HAKIKAT SASTRA

 HAKIKAT SASTRA

Nama                    : Syifa Naila Husna

NIM                       : 22016152

Prodi                     : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dosen Pengampu : Dr. Abdurrahman, M.Pd.

A. PENGERTIAN

Menurut etimologisnya, kata kesusastraan itu berasal dari kata su dan sastra. Su berarti baik dan sastra (dari bahasa Sansekerta) berarti tulisan atau karangan. Dari pengertian etimologis itu, sastra berarti karangan yang indah atau karangan yang baik. Pengertian itu tentu bisa menggambarkan hakikat sastra secara lengkap. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasanya digunakan untuk mengacu kepada “kesusastraan” atau sebuah tulisan yang mempunyai arti atau keindahan tertentu.

Dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Pengertian Sastra menurut para ahli :

1. Mursal Esten

Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. dan masyarakat melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia kemanusiaan.

2. Panuti Sudjiman

Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.

3. Ahmad Badrun

Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.

4. Sapardi

Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social.

5. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski

Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

B. ALIRAN-ALIRAN SASTRA

  • Realisme, yaitu aliran sastra ini merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai dengan kenyataan apa adanya.
  • Naturalisme, aliran sastra ini melukiskan sesuatu secara apa adanya yang dijiwai adalah hal-hal yang kurang baik.
  • Neonaturalisme, merupakan aliran baru dari aliran neturalisme. Aliran ini tidak saja mengungkapkan sisi jelek, namun juga memandang sesuatu dari sudut yang baik pula.
  • Ekspresionisme, yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya.
  • Impresionisme, yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, mengarang mengambil hal-hal yang penting-penting saja.
  • Determinisme, yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketidakadilan, penyelewengan dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang.
  • Surelaisme, yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit dipahami oleh penikmat atau pembaca.
  • Idealisme, yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian mengarangnya.
  • Simbolisme, yaitu aliran sastra yang menampilkan simbolsimbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.
  • Romantisme, yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan.
  • Psikologisme, yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.
  • Didaktisme, yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Dalam sastra lama banyak karya yang bersifat mendidik.
  • Mistikisme, yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan nafas ketuhanan dan keabadian.

C. FUNGSI SASTRA

Dalam kehidupan masayarakat sastra mempunyai beberapa fungsi yaitu :

1. Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya.
2. Fungsi didaktif, yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
3. Fungsi estetis, yaitu sastra mampu memberikan keindahan bagi penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
4. Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada pembaca/peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena sastra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
5. Fungsi religius, yaitu sastra pun menghasilkan karya-karya yang mengandung ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat/pembaca sastra.


Daftar Pustaka

Kartikasari, Apri dan HS. Edy Suprapto. 2018. Kajian Kesusastraan. Jawa Timur: CV. AE MEDIA GRAFIKA

Ahyah, Juni. 2019. APA ITU SASTRA JENIS-JENIS KARYA SASTRA DAN BAGAIMANAKAH CARA MENULIS DAN MENGAPRESIASI SASTRA. Yogyakarta: DEEPUBLISH

Komentar